-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

3 Hal Sikap Seorang Muslim yang Beriman dalam Menghadapi Musibah Penyakit Seperti Virus Corona



3-Hal-Sikap-Seorang-Muslim-yang-Beriman-dalam-Menghadapi-Musibah-Penyakit-Seperti-Virus-Corona
3 Hal Sikap Seorang Muslim yang Beriman dalam Menghadapi Musibah Penyakit Seperti Virus Corona 3-Hal-Sikap-Seorang-Muslim-yang-Beriman-dalam-Menghadapi-Musibah-Penyakit-Seperti-Virus-Corona

Musibah adalah bisa diartikan bencana adzab cobaan atau ujian yang menimpa kepada seseorang, golongan atau suatu kaum bangsa agar menjadi peringatan teguran bahkan siksaan tergantung kepada siapa musibah itu ditujukan. Bila kepada Orang Beriman bisa menjadi Ujian kalau kepada Orang beriman dan berbuat dosa bisa jadi teguran peringatan , dan bila terjadi kepada orang kafir atau orang durhaka bisa menjadi adzab bahkan siksaan . Bagaimana Seorang Muslim yang beriman dalam Menghadapi Musibah seperti wabah Penyakit Virus Corona, Ada 3 Hal Yang Sikap Seorang Muslim yang beriman dalam Menghadapi Musibah Penyakit Virus Corona 

1. Ikhtiar

Ikhtiar adalah usaha lahiriah secara syariat yang dilakukan sesorang untuk memenuhi kebutuhannya.
Seperti pada kasus wabah penyakit Virus Corona Covid-19, 

1.Ikhitar bisa dilakukan dengan berusaha hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat sebgai imun untuk tubuh kita. 
2. Ikhtiar dengan memakai masker ketika pergi dari  rumah untuk keperluan mendesak dan urgent 
3.Ikhtiar dengan menggunakan hand sanitizer dan mencuci tangan setiap beraktivitas.

Aisyah meriwayatkan, dia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang wabah dan beliau bersabda:
“Ini adalah hukuman yang Allah kirimkan kepada siapa pun yang dia kehendaki, tetapi Allah telah membuatnya menjadi rahmat bagi orang-orang beriman. Setiap hamba yang tinggal di tanah yang terserang wabah, tetap sabar dan berharap mendapat pahala dari Allah, mengetahui bahwa tidak ada yang akan menimpanya kecuali apa yang telah Allah putuskan, ia akan diberi hadiah sebagai syahid.” (HR Bukhari)

Nabi berkata, ” Jika Anda mendengar wabah wabah di tanah, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu pecah di suatu tempat ketika Anda berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhari)

Allah SWT berfirman dalam Surat Ar-Ra’d, ayat 11

, إِنَّ اللهَ لا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ 

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” Ayat ini menegaskan bahwa jika seseorang menginginkan sesuatu, misalnya perubahan nasib, mendapatkan rezeki, ilmu, kelulusan ujian, kesehatan, dan sebagainya, maka ia harus melakukan suatu usaha secara aktif dan nyata, dan inilah yang disebut dengan ikhtiar atau usaha lahiriah.

Berikhtiar adalah wajib. Maka barangsiapa mau berikhtiar, ikhtiarnya akan dicatat sebagai ibadah. Jika ikhtiarnya membuahkan hasil, maka setidaknya ia akan mendapat 2 (dua) keuntungan. Pertama, ia akan memperoleh pahala dari Allah SWT. Kedua, ia akan mendapat keberhasilan atau manfaat dari apa yang telah ia usahakan. Tetapi jika ikhtiarnya belum berhasil, maka setidaknya ia akan mendapat pahala dari Allah SWT. Jika ia sabar, maka ia akan mendapatkan pahala yang berlipat.

2. Doa 

Do'a adalah permintaan atau harapan kita yang kita ucapkan atau kita sampaikan kepada Allah SWT , dengan harapan dikabulkannya permintaan kita

Untuk memperlancar atau mempermudah ikhtiar kita mencapai keberhasilan, kita perlu dan bahkan harus melakukan doa sebagai usaha batiniah. Allah SWT berfirman dalam 
Surat Al Mukmin, ayat 60

: ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ 
Artinya: “Berdoalah kepada-Ku, Aku akan mengabulkannnya” 

Allah SWT akan memberikan jawaban atau merespons apa yang menjadi keinginan atau usaha kita, kalau kita berdoa kepada-Nya. Hikmah berdoa kepada Allah SWT dalam kaitannnya dengan ikhtiar adalah bahwa doa akan mendekatkan kita kepada Allah SWT, dan karenanya akan memperlancar tercapainya apa yang kita usahakan.

Doa Agar Terhindar dari Wabah Penyakit Menular

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ  ، وَسَيِّيءِ الأسْقَامِ

Allaahumma innii'auudzu bika minal baroshi wal junuuni wal judzaami wa sayyi il asqoom

"Ya Allah, Aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, lepra dan keburukan segala macam penyakit."

Doa untuk Menyembuhkan Segala Macam Penyakit

بِسْمِ اللهِ الَّذِى لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْاَرْضِ وَ لَا فِى السَمَاءِ وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Dengan nama Allah yang beserta nama-Nya tidak akan membahayakan sesuatu pun yang ada di bumi dan tidak juga yang ada di langit,

3. Tawakal

Tawakkal adalah berserah diri kepada Allah SWT setelah kita berusaha secara maksimal dengan cara ikhtiar secara lahiriah dan Doa sebgai usaha secara batiniah , 

Dalam surat Ali Imran, ayat 159, Allah SWT berfirman:
  فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ 
Artinya: “Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertwakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang brtawakal pada-Nya.”

Jadi memang ikhtiar dan doa sesungguhnya belum cukup karena masih ada satu hal lagi yang harus kita lakukam, yakni tawakal atau berserah diri kepada Allah SWT.

Tawakal memiliki peran penting dalam hidup ini, terutama terkait dengan usaha dan doa kita. Seperti kita ketahui dan mungkin sering kita alami bersama bahwa tidak setiap yang kita usahakan atau inginkan akan tercapai dengan segera sebagaimana kemauan kita, sebab memang bukan manusia yang mengatur hidup ini. Allah-lah yang mengatur seluruh alam dengan segala permasalahannya. Allah Maha Tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Allah Maha Adil dan Bijaksana dengan semua rencana dan keputusan-Nya.  Oleh karena itu, sudah seharusnya usaha dan doa kita, kita serahkan kepada Allah SWT. Biarlah Allah yang mengatur kapan usaha dan doa kita akan terkabul. Allah lebih tahu apa yang terbaik buat hamba-hamba-Nya. Allah lebih tahu kapan usaha dan doa kita akan terkabul. Terkadang, apa yang baik menurut manusia belum tentu baik menurut Allah SWT. Terkadang pula, Allah belum mengabulkan usaha dan doa kita karena Allah menilai kita belum siap, terutama secara mental spiritual, untuk menerima keberhasilan yang kita inginkan.

hadis tentang tawakal di mana seorang Badui bertanya kepada Nabi Muhammad, apakah dia harus mengamankan untanya sebelum pergi sendiri (untuk melindungi dari itu berkeliaran atau dicuri) atau jika dia hanya harus percaya kepada Allah?

Nabi menasihatinya untuk melakukan keduanya: “Ikat dan percaya pada Allah.” (HR At-Tirmidzi)


Related : 3 Hal Sikap Seorang Muslim yang Beriman dalam Menghadapi Musibah Penyakit Seperti Virus Corona