-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

DOA QUNUT SHOLAT SUBUH LENGKAP ARAB LATIN DAN ARTINYA DAN DOA QUNUT NAZILAH



DOA-QUNUT-SHOLAT-SUBUH-LENGKAP-ARAB-LATIN-DAN-ARTINYA-DAN-DOA-QUNUT-NAZILAH
DOA QUNUT SHOLAT SUBUH LENGKAP ARAB LATIN DAN ARTINYA DAN DOA QUNUT NAZILAH  DOA-QUNUT-SHOLAT-SUBUH-LENGKAP-ARAB-LATIN-DAN-ARTINYA-DAN-DOA-QUNUT-NAZILAH

DOA QUNUT SHOLAT SUBUH LENGKAP ARAB LATIN DAN ARTINYA - Qunut secara bahasa berarti taat / patut. Sedangkan berdasarkan syariat Qunut berarti taat dengan tulus, ini berdasarkan ayat al-Quran di surat al-Imran (3) : 34:

يَا مَرْيَمُ اقْنُتِي لِرَبِّكِ وَاسْجُدِي وَارْكَعِي مَعَ الرَّاكِعِينَ

Artinya: Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku’lah bersama orang-orang yang ruku’.

Apakah dalil mengerjakan doa Qunut?

Dalil 1. Adapun dalil melaksanakan doa Qunut ialah merujuk kepada penjelasan sejumlah Hadits berikut ini:

إِنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوْتِرُ فَيَقْنُتُ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن ماجه.

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan Witir lalu melakukan qunut sebelum ruku`. [HR Ibnu Mâjah, dan dishahîhkan Syaikh al-Albâni dalam Irwa` al-Ghalil 2/167, hadits no. 426].

Dalil 2. Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, yang berbunyi sebagai berikut:


“Dari Sahabat Anas bin Malik r.a, sesungguhnya Nabi SAW membaca qunut selama satu bulan penuh untuk mendoakan orang-orang, kemudian beliau meninggalkannya. Adapun di waktu subuh beliau tidak pernah meninggalkan qunut sampai beliau meninggal dunia.”(HR. Imam Baihaqi dan Daruqutni).

Qunut dalam shalat subuh hukumnya sunah. Hal ini berdasarkan hadits rasul yang shahih, dari riwayat Ibnu Abbas ra:

أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، لَمْ يَقْنُتْ فِي الصُّبْحِ حَتّٰى فَارَقَ الدُّنْيَا.

Sesungguhnya Rosulullah Saw tidak melakukan qunut dalam shalat subuh, kecuali beliau terpisah dengan dunia.

Hadits ini diriwayatkan Imam Hakim Abu Abdullah dalam kitab Al Arba’in, dan beliau mengomentari, ini adalah hadits yang shahih.

Menurut Mazhab Syafi'iyah yang mayoritas umat islam menganutnya khususnya di Indonesia Qunut disyari’atkan dalam shalat subuh , dan hukumnya adalah sunah muakat (kesunahan yang disepakati), jika ditinggalkan tidak batal shalatnya, akan tetapi sunah melakukan sujud syahwi. Hal ini hukumnya sama, baik ditinggalkan dengan disengaja atau karena lupa.

Sedangkan dalam shalat fardlu selain shalat subuh, apakah disunahkan qunut atau tidak?, dalam permasalah ini nas penetapan Imam Syafi’i terdapat tiga qoul (pendapat), sedangkan qoul (pendapat) yang  ashah (paling benar) dan masyhur (populer) adalah “jika orang-orang muslim tertimpa musibah, maka melakukan qunut nazilah dalam shalat fardlu selain shalat subuh, jika tidak ada musibah maka tidak melakukan qunut”. Qoul (pendapat) yang kedua  “mutlak melakukan qunut, dan qoul (pendapat) yang ke-tiga “mutlak tidak melakukan qunut pada shalat fardlu selain shalat subuh”. Wallaahu a’lam..

Pendapat kami, juga dianjurkan melakukan qunut pada pertengahan akhir dari bulan ramadhan dalam rakaat akhir shalat witir. Para ulama syafi’iyah juga ada yang berpendapat melakukan qunut pada semua shalat witir pada bulan ramadhan. Sedangkan pendapat yang ketiga, melakukan qunut pada shalat witir dalam setahun (semua shalat witir), yaitu pendapat Abu Hanifah rahimahullah. Dari perbedaan pendapat ini, pendapat yang ma’ruf (banyak diketahui) dalam madhab kami (syafi’iyah) adalah pendapat yang pertama. Wallaahu a’lam..

Adapun lafadz qunut, berdasarkan riwayat hadits shahih dengan sanad yang shahih  yang kami riwayatkan dalam kitab Sunan Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, Al Baihaqi dan kitab-kitab yang lain, dari riwayat Al Hasan bin Ali Ra dia berkata bahwa RosulullahSaw mengajariku beberapa kalimat yang aku baca pada shalat witir, yaitu:

Bacaan doa Qunut sholat subuh




Bacaan doa Qunut latin: “Allaahummah Dinaa Fiiman Hadaiyt, Wa ‘aafinaa Fiiman ‘Aafaiyt, Wa Tawallanaa Fiiman Tawallaiyt, Wa Baariklanaa Fiimaa a’toiyt, Wa qinaa Syarromaa Qodloiyt, Fainnaka Taqdlii walaa yuqdloo ‘alaiyk, Wa innahu laa yadzillu maw waalayt, Walaa ya’izzuman ‘aadaiyt, Tabaarokta robbanaa wata’aalaiyt, Falakal hamdu ‘alaa maa qodloiyt, wa astaghfiruka wa atuubu ilaiyk, wa shallaahu ‘alaa sayyidinaa Muhammadinnabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihi wasahbihi wasallam”.

Terjemahan Bacaan Doa Qunut: “Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah diriku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.

Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi.

Hanya untuk-Mu segala pujian di atas yang Engkau tentukan.Ku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya”.

Doa Qunut untuk makmum atau juga sholat sendiri:

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ , وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ , وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ,  فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ, وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allahummah dinii fii man hadait. Wa’aafinii fii man ‘aafaiit. Wa tawallanii fii man tawallaiit. Wa baarik lii fiimaa a’thaiit. Wa qinii syarramaa qadthaiit. Fa innaka taqdthii walaa yuqthdaa ‘alaiik. Wainnahu laa yadzillu man wãlaiit. Walaa ya’izzu man ‘aadaiit. Tabaa rakta rabbanaa wata ’aalait Fa lakal-hamdu ‘alaa maa qadhaiit Astaghfiruka wa atuubu ilaiik, wa shallallaahu ‘alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii wa shahbihii wa sallam.”

Doa Qunut Nazilah

Doa Qunut Nazilah ini dibaca saat terjadi musibah seperti bencana alam, pertikaian dan juga gangguan keamanaan dan bahkan saat masalah ekonomi seperti panen yang tidak sesuai harapan. Adapun selain membaca doa Qunut Subuh, di doa Qunut Nazilah lebih baik atau lebih afdhol pula menambah juga dengan doa Qunut yang dibaca oleh Umar Bin Khattab R.A.

Ini adalah bacaan doa Qunut Nazilah untuk anda amalkan.

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْتَعِينُكَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَسْتَهْدِيكَ وَنُؤْمِنُ بِكَ وَنَتَوَكَّلُ عَلَيْكَ وَنُثْنِي عَلَيْكَ الْخَيْرَ كُلَّهُ نَشْكُرَكَ وَلَا نَكْفُرُكَ وَنَخْلَعُ وَنَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُكَ اللَّهُمَّ إيَّاكَ نَعْبُدُ وَلَك نُصَلِّي وَنَسْجُدُ وَإِلَيْكَ نَسْعَى وَنَحْفِدُ نَرْجُو رَحْمَتَك وَنَخْشَى عَذَابَكَ إنَّ عَذَابَك الْجِدَّ بِالْكُفَّارِ مُلْحَقٌ

“Allâhumma innâ nasta‘înuka wa nastaghfiruk, wa nastahdîka wa nu’minu bik wa natawakkalu alaik, wa nutsnî alaikal khaira kullahu nasykuruka wa lâ nakfuruk, wa nakhla‘u wa natruku man yafjuruk. Allâhumma iyyâka na‘budu, wa laka nushallî wa nasjud, wa ilaika nas‘â wa nahfid, narjû rahmataka wa nakhsyâ adzâbak, inna adzâbakal jidda bil kuffâri mulhaq”.

Artinya, “Tuhan kami, kami memohon bantuan-Mu, meminta ampunan-Mu, mengharap petunjukMu, beriman kepada-Mu, bertawakal kepada-Mu, memuji-Mu, bersyukur dan tidak mengingkari atas semua kebaikanMu, dan kami menarik diri serta meninggalkan mereka yang mendurhakai-Mu. Tuhan kami, hanya Kau yang kami sembah, hanya kepada-Mu kami hadapkan shalat ini dan bersujud, hanya kepada-Mu kami berjalan dan berlari. Kami mengharapkan rahmat-Mu. Kami takut pada siksa-Mu karena siksa-Mu yang keras itu akan menimpa orang-orang kafir.”

Baca Juga Artikel Menarik Lainnya

























Related : DOA QUNUT SHOLAT SUBUH LENGKAP ARAB LATIN DAN ARTINYA DAN DOA QUNUT NAZILAH

clear'/>