-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

Tata Cara Syarat Rukun Wajib Umroh Sesuai Sunnah Dan Larangan Dalam Ibadah Umroh



Tata-Cara-Syarat-Rukun-Wajib-Umroh-sesuai-sunnah-dan-Larangan-dalam-Ibadah-Umroh
Ibadah umroh merupakan bagian dari ibadah mahdoh, yaitu ibadah yang sudah ditetapkan syaratnya, rukunnya, tempatnya, sampai waktunya. Seumpama dengan melaksanakan sholat yang dimulai dengan niat dan diakhiri dengan salam, ibadah umroh juga dimulai dengan berihram (niat umroh) dan diakhiri dengan bertahalul (mencukur sebagian rambut).

Tata Cara Umroh yang benar sesuai Sunnah agar tidak ada kesalah dalam pelaksanakan ibadah umroh yaitu Umroh dimulai dari Niat dan Berpakaian Ihram, Tawaf, Sa’i, dan diakhiri dengan Tahalul. Kesemuanya itu harus dilakukan dengan tertib (berurutan). Ibadah Umrah Hampir mirip dengan ibadah haji, ibadah ini dilaksanakan dengan cara melakukan beberapa ritual ibadah di kota suci Mekkah, khususnya di Masjidil Haram.

Pada istilah teknis syari'ah, Umrah berarti melaksanakan tawaf di Ka'bah dan sa'i antara Shofa dan Marwah, setelah memakai ihram yang diambil dari miqat. Sering disebut pula dengan haji kecil.
Pengertian umroh, hukum, syarat, rukun dan wajib umroh ini perlu kami sampaikan mengingat masih banyak jamaah yang belum memahami bahkan mengetahui apa itu umroh, apa syarat-syarat umroh itu, wajib umroh, dan juga rukunnya. Pada kesempatan ini admin ingin mencoba sekdar sharing tentang hal-hal yang berhubungan dengan ibadah umroh itu sendiri.

Dasar Hukum Ibadah Umroh

Dasar dasar hukum umroh sendiri menurut Al Qur'an dan Hadits Sunnah Nabi Muhammad SAW adalah sbb :

1. Menurut Al Quran, surat Al Baqoroh ayat 196 :

Sempurnakanlah ibadah Haji dan Umrah Karena Allah

2. Menurut Hadits nabi Muhammad SAW

Ibadah umroh dari satu umroh ke ibadah umroh yang berikutnya merupakan penghapus dosa


Hukum Melaksanakan Umroh

Hukum melaksanakan umroh sendiri adalah sunnah bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara materi maupun non materi. umroh sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah. Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksankan umroh adalah wajib atau fardhu bagi orang yang belum melaksanakan sementara dia mampu untuk melaksanakannya.Namun demikian ada pula sebagian ulama yang mengatakan bahwa ibadah umroh itu hukumnya sunnah mu'akkad. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim mengatakan bahwa Tata cara melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama dengan melaksanakan ibadah haji


Syarat, Rukun dan wajib umroh

Syarat Umroh

1.Beragama Islam

2.Baligh

3.Berakal sehat

4.Merdeka ( Bukan budak )

5.Mampu



Rukun Umroh

1.Niat ihram dari Miqot

2.Tawaf

3.Sa'i

4.Tahallul ( gunting rambut )

5.Tertib


Wajib Umroh


1.Niat ihram umroh di Miqot

2.Meninggalkan larangan selama ihram

Perbedaan umrah dengan haji adalah pada waktu dan tempat. Umrah dapat dilaksanakan sewaktu-waktu (setiap hari, setiap bulan, setiap tahun) dan hanya di Mekkah, sedangkan haji hanya dapat dilaksanakan pada beberapa waktu antara tanggal 8 Dzulhijjah hingga 12 Dzulhijjah serta dilaksanakan sampai ke luar kota Mekkah

1. Ihram

a. Sebelum atau setelah tiba di miqat Makani, lalu mandi sekaligus wudhu, menyisir rambut, memakai wangi-wangian (asal tidak berlebihan), memotong kuku dan lain-lain.

b. Berpakaian ihram, bagi laki-laki dengan dua helai kain putih yang tidak dijahit (satu helai untuk menutup badan bagian bawah dan satu helai lagi untuk menutup badan bagian atas/diselendangkan. Bagi wanita dengan menutup seluruh auratnya, kecuali muka dan telapak tangan. (a dan b boleh diakukan sebelum sampai di miqat).

c. Mengerjakan shalat sunat ihram dua rakaat di miqat. Kalau belum mengerjakan shalat wajib, kerjakanlah terlebih dahulu shalat wajib.

d. Setelah selesai shalat sunat ihram dua rakaat, mulailah berihram dengan niat yang dilafazkan :


لَبَّيْكَ اللّهُمَّ عُمْرَةً

Labbaikalloohumma ‘Umratan

Dilanjutkan dengan membaca kalimat talbiyah. Dan sejak dimulainya ihram tersebut, maka berlakulah semua larangan dalam ihram.


2. Thawaf

a. Setelah tiba di Makkah dan mungkin setelah istirahat secukupnya, masuklah ke Masjidil Haram dalam keadaan suci dari hadats dan najis serta berpakaian ihram.

b. Memasuki Masjidil Haram sebaiknya melalui pintu Bani Syaibah (Babus salam) dengan membaca do’a :


اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ - وَمِنْكَ السَّلاَمُ – وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلاَمُ – فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ – تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ

Ya Allah, Engkau-lah pemlik segala keselamatan, dari-Mu-lah segala keselamatan berasal, kepada-Mu-lah bermuara segala keselamatan. Wahai Tuhan kami, hidupkanlah kami dalam kondisi dan suasana penuh keselamatan, keberkahan, segala ketinggian-Mu, berikanlah kepada kami, wahai Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia. Terus membaca do’a masuk masjid :


اَللّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

Ya Allah, bukakanlah untukku segala pintu rahmat-Mu


c. Ketika melihat Ka’bah ucapkanlah do’a sebagai berikut :


اَللَّهُمَّ زِدْ هَذَا الْبَيْتَ تَشْرِيْفًا وَ تَعْظِيْمًا وَ تَكْرِيْمًا وَ مَهَابَةً – وَ زِدْ مَنْ شَرَّفَهُ وَ كَرَّمَهُ مِمَّنْ حَجَّهُ أَوِعْتَمَرَهُ تَشْرِيْفًا وَ تَعْظِيْمًا وَ تَكْرِيْمًا وَ بِرًّا.

Ya Allah, tambahkanlah kemuliaan, keagungan, kehormatan, dan kehebatan pada Baitullah ini. Dan tambahkanlah pula kepada orang-orang yang memuliakan dan menghormatinya di antara mereka yang berhaji dan berumrah padanya dengan kemuliaan, keagungan, kehormatan dan kebaikan. (Disebutkan oleh Imam Syafi’i)

d. Sampai di dekat Ka’bah, lalu menghadap ke arah Hajar Aswad, kemudian mengangkat tangan sebelah kanan sambil membaca : “Bismillaahi Alloohu Akbar” (Istilam), lalu mengecup tangan tersebut. Dan kalau dekat dengan Hajar Aswad sambil mencium Hajar Aswad atau menyentuhnya dan mencium tangan.

e. Kemudian menghadap kanan sehingga Ka’bah berada di sebelah kiri, dilanjutkan dengan mengelilingi Ka’bah 7 putaran yang dimulai dari garis yang sejajar dengan Hajar Aswad dan berakhir di tempat itu pula. Tiga putaran pertama (bagi laki-laki), dilakukan dengan lari-lari kecil (bila memungkinkan) dan empat putaran berikutnya dengan jalan bebas.

f. Setiap sampai di rukun Yamani, kemudian beristilam atau isyarat dengan tangan sambil membaca : “Bismillaahi Alloohu Akbar” tanpa dikecup.

g. Di setiap perjalanan antara Rukun Yamani dengan Hajar Aswad membaca :

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.

h. Setelah selesai 7 putaran, dilanjutkan dengan melakukan shalat sunnat dua rakaat di belakang atau dekat Maqam Ibrahim.

i. Setelah selesai shalat sunnat, lalu berdo’a dengan khusyu’, disertai dengan taubat yang penuh ikhlas.


3. Sa’i

a. Setelah thawaf, sebelum pergi ke bukit Shafa untuk mengerjakan ibadah Sa’i dianjurkan menuju ke Zam-zam untuk minum, membasuh muka dan lain-lain. Dan ketika naik ke bukit Shafa membaca :


بِسْمِ اللهِ الرَّحْنِ الرَّحِيْمِ. أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ وَ رَسُوْلُهُ. إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ.

Dengan nama Allah Yang Maha pengasih lagi Maha Penyayang. Aku memulai dari apa yang telah dimulai oleh Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran Allah). Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ataupun ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwah). Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan (hamba-Nya) dan Maha Mengetahui.


b. Setelah sampai di bukit Shafa, kemudian menghadap ke arah Ka’bah sambil membaca takbir dan tahlil, yaitu :


اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ اَللهُ اَكْبَرُ وَ للهِ الْحَمْدُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ- لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَاَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأحْزَابَ وَحْدَهُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ.


Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan segala puji bagi Allah. Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Tiada Tuhan kecuali Allah Yang Maha Esa,Yang telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memperkuat tentara-Nya dan menghancurkan musuh-musuh-Nya. Tiada Tuhan kecuali Allah, dan kami tidak akan menyembah kecuali kepada-Nya dengan ikhlas dan menuruti agama-Nya walaupun orang-orang kafir benci.

c. Kemudian berjalan menuju bukit Marwah, ketika sampai di pal Hijau, bagi pria mulailah berlari-lari kecil sampai Pal Hijau berikutnya, selanutnya berjalan biasa sampai di bukit Marwah. Dan di antara dua Pilar Hijau membaca do’a :


رَبِّ اغْفرِْ وارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمْ. إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لاَ أَعْلَمْ. إِنَّكَ أَنْتَ اللهُ الأَعَزَُّ الأَكْرَمُ.

Ya Allah ampunilah, sayangilah, ma’afkanlah, muliakanlah dan hapuskanlah segala kesalahan yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui apa saja yang aku tidak mengetahu. Sesungguhnya Engkau Ya Allah Maha Tinggi dan Maha Mulia.

Dan pada saat mendekati bukit Marwah membaca do’a :

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. (البقرة : 158)

Sesungguhnya Shafa dan Marwah sebagian dari syi’ar-syi’ar (tanda kebesaran Allah). Barangsiapa yang berhaji ke Baitullah ataupun ber’umrah, maka tidak ada dosa baginya untuk melakukan sa’i pada keduanya (Shafa dan Marwah). Dan barangsiapa yang berbuat kebaikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan (hamba-Nya) dan Maha Mengetahui.

d. Di bukit Marwah menghadap ke arah Ka’bah, kemudian membaca Takbir dan Tahlil sebagaimana dilakukan di bukit Shafa. (Perjalanan dari Shafa ke Marwah dihitung satu kali putaran dan demikian pula sebaliknya, sehingga 7 kali putaran berakhir di bukit Marwah).


4. Tahallul

Sesudah melaksanakan Sa’i, kemudian tahallul dengan memotong beberapa helai/lembar rambut atau mencukur habis (bagi pria). Dan dengan tahallul itu, maka selesailah ibadah umrah dan bebaslah dari larangan ihram. Kemudian untuk melaksanakan ibadah haji menunggu hari tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah.

Tahapan atau urutan Kegiatan umroh

Berangkat menuju Miqot

Mandi kemudian berpakain ihram di Miqot ( boleh juga dilakukan di pemondokkan sebelum berangkat miqot )

Berpakaian ihram sambil sholat sunnah ihram 2 rakaat, dianjurkan dalam sholat sunnah ihram (setelah membaca al-fatihah ) membaca surat al-kafirun pada rakaat pertama dan membaca surah al-Ikhlas pada rakaat kedua

Melafalzkan niat umroh minimal membaca " labbaikallahu umrotan " atau yang lengkap membaca " nawaitul 'umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta'aalaa

Selanjutnya seluruh jamaah menuju Mekkah dengan menempuh perjalanan sejauh 450 KM dengan berpakain ihrom sambil membaca talbiah sebanyak-banyaknya sepanjang perjalanan sampai masuk ke kota Mekkah

Sampai di pemondokkan menata barang bawaan dan jamaah tetap dengan berpakaian ihram

Selanjutnya menuju Masjidil haram dengan tetap berpakaian ihram dan diusahakn masuk Masjidil harom melalui pintu Baabussalam. Melihat ka'bah dan melintas makam nabi Ibrahim sambil berdo'a, kemudian langsung menuju rukun Hajar Aswad.

Melakukan thawaf / mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali

Melakukan thawaf, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali balikkan

Setelah selesai melakukan sa'i yang berakhir di bukit Marwa, melakukan Tahallul / menggunting rambut minimal 3 helai rambut

Setelah itu selesailah kegiatan umroh, dan jamaah dihalalkan / dibebaskan dari larangan selama melakukan ihram, boleh melepas pakaian ihram dan berganti dengan pakaian biasa.


Larangan selama melaksanakan Umroh (Berihram)

Tidak boleh mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas, memotong kuku

Tidak boleh memakai wangi-wangian / parfum

Tidak boleh bertengkar

Tidak boleh melakukan hubungan suami istri

Tidak boleh bermesraan

Tidak boleh berkata kotor, perkataan yang tidak baik, bicara porno, jorok

Tidak boleh menikah atau menikahkan

Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu

Tidak boleh membunuh bintang, kecuali yang menganvcam jiwa

Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganngu kehidupan makhluk di dunia ini

Tidak boleh berhias atau berdandan

Pria tidak boleh memakai penutup kepala, pakaian yang berjahit, memakai alas kaki yang menutup mata kaki

Wanita tidak boleh menutup wajah dan memakai sarung tangan yang dapat menutup telapak tangan.

Demikian Tata Cara Syarat, Rukun, Wajib Umroh sesuai sunnah dan Larangan dalam Ibadah Umroh . Semoga artikel ini bermanfaat bagi sahabat yang akan melaksanakan ibadah umroh dan semoga perjalanan umroh sahabat mendapatkan umroh yang mabrur jangan lupa berkomentar dan berkunjung kembali ke website www.tipstriksib.net

Baca juga Artikel Menarik Lainnya

Tips cara memilih ciri-ciri hewan qurban yang baik dan sehat
Lebaran Haji : Hikmah Manfaat dan Keutamaan Qurban Idul Adha
Tatacara bacaan niat sholat sunnat lafadz takbir idul adha 
Ketentuan dan Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW
Ketentuan Kriteria Syarat-Syarat Hewan Kurban Sesuai Sunnah Nabi
Syarat, Rukun, Wajib Haji, dan Sunnah serta larangan Ibadah Haji
Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Amalan-Amalan Utama 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah
Hikmah Makna Sejarah Peristiwa Qurban Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as
Tata Cara Syarat, Rukun, Wajib Umroh sesuai sunnah dan Larangan dalam Ibadah Umroh 


Related : Tata Cara Syarat Rukun Wajib Umroh Sesuai Sunnah Dan Larangan Dalam Ibadah Umroh

clear'/>