-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

Sejarah Seni Ketangkasan Adu Domba dan Ciri-Ciri Domba Garut Asli Jawa Barat



Sejarah-Seni-Ketangkasan-Adu-Domba-dan-Ciri-Ciri-Domba-Garut-Asli-Jawa-Barat
Sejarah Seni Ketangkasan Adu Domba dan Ciri-Ciri Domba Garut Asli Jawa Barat Sejarah-Seni-Ketangkasan-Adu-Domba-dan-Ciri-Ciri-Domba-Garut-Asli-Jawa-Barat

Ketangkasan Adu Domba dan Ciri-Ciri Domba GarutDomba Garut telah dibudidayakan masyarakat Garut sejak lama. Domba yang memiliki fisik yang besar dan kuat ini, melahirkan seni atraksi laga domba yang di daerah Bayongbong Garut

Domba Garut atau Domba Priangan merupakan domba asli jawa barat yang berasal dari daerah Limbangan Kabupaten Garut. Domba Garut adalah campuran dari perkawinan antara domba lokal dengan domba jenis capstaad dari Afrika Selatan dan domba merino dari Australia.

Domba capstaad sudah ada lebih dulu di Garut, sementara domba merino baru didatangkan ke Garut pada abad ke-19. Dari ketiga jenis domba itulah, lahir varietas baru yang kemudian disebut domba Garut.

Cara-cara pemeliharaan domba Garut tidak sembarangan. Selain diberi rumput pilihan, domba ini juga sering diberi susu yang dicampur madu. Belum lagi pemeliharaan fisiknya yang harus tetap dijaga bersih dan sehat.

Ciri domba garut adalah mempunyai ciri khas tersendiri, sebagai domba penghasil daging dan domba untuk adu ketangkasan untuk daerah Garut.

Bedasarkan pendapat para oleh ahli domba seperti Bpk. Prof. Didi Atmadilaga dan Bpk. Prof. Asikin Natasasmita, bahwa Domba Garut adalah hasil persilangan dan perkawinan antara jenis domba lokal yang ada Indonesia,  domba ekor gemuk,  dan domba merino yg dibentuk kira-kira sekitar pada pertengahan abad ke-19 atau sekitar pada tahun1854 yang dirintis oleh Adipati Limbangan Garut. Selanjutnya sekitar 70 tahun kemudian yaitu tahun 1926

Domba Garut sudah menampakkan suatu keseragaman. Bentuk tubuh Domba Garut hampir sama dengandomba lokal dan bentuk tanduk yg besar dan melingkar diturunkan dari Domba merino, namun domba merino tidak mempunyai “insting” beradu.

Teknologi yang dibutuhkan untuk memelihara Domba Garut, baik usaha peternakan maupun usaha penggemukan sangat sederhana, meliputi penentuan lokasi, perkandangan dan perlengkapan. Penentuan lokasi peternakan domba perlu memperhatikan dan mempertimbangkan faktor lingkungan, sumber daya alam, faktor sosial, faktor ekonomi dan faktor hukum yang mendukung pembudidayaan domba itu sendiri. Kebijakan Pemda Kabupaten Garut telah menetapkan lokasi peternakan Domba Garut yang meliputi Kecamatan Wanaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kecamatan Singajaya, Kecamatan Banjarwangi, Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bungbulang, dan Kecamatan Cisewu sebagai sentra produksi domba pedaging. Meskipun belum ada data spesifik terhadap populasi domba Garut, dapat dijelaskan bahwa populasi ternak domba secara keseluruhan di Kabupaten Garut selalu tinggi dan tertinggi di antara jenis ternak besar lainnya setiap tahunnya

Ciri ciri domba garut jantan mempunyai bobot bisa mencapai 40kg sampai 80 kg. Menurut pendapat beberapa para ahli, bahwa Domba Garut selain mempunyai keistimewaan juga sebagai penghasil daging yang sangat baik dalam upaya meningkatkan produksi ternak domba. Jenis Domba Garut tergolong jenis domba terbaik, bahkan dalam perdagangannya dan paling cocok serta menarik perhatian banyak masyarakat, sangat mudah untuk dipelihara oleh peternak  kecil karena lebih mudah dalam merawatnya dan lebih cepat untuk dipanen.

Banyak sifat yang penting bernilai ekonomi pada domba seperti laju pertumbuhan, komposisi atau ukuran tubuh, ketahanan penyakit dan karakteristik wol adalah multigenic atau dikontrol oleh beberapa gen di alam (Zaid et al. 1999). Selama ini seleksi pejantan untuk berbagai sifat kuantitatif (bobot badan dan kualitas karkas) pada ternak masih dilakukan secara konvensional, yaitu melalui program seleksi sifat-sifat fenotipik yang pada umumnyakurang efektif karena memerlukan jumlah ternak yang banyak dan memerlukan waktu yang lama untuk menghasilkan pejantan unggul.

Kemajuan ilmu pengetahuan danteknologi yang cepat di bidang genetika molekuler dengan dilengkapinya genomdomba dari waktu ke waktu (Crawford et al, 1995; Maddox et al, 2001, 2002)diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan pada kemaujan dan perkembangan dunia peternakan khususnya pada program pemuliabiakan domba lokal seperti Domba Garut.

Studi pemetakan quantitative trait loci (QTL) untuk sifat produksi, ciri  ciri domba garut menunjukkan bahwa sifat pertumbuhan pada domba hasil silang balik (backcross) antara domba Merino dan Ekor tipis (Garut) telah ditentukan keberadaannya, yaitu terletak pada kromosom 18 (Margawati, 2005). Lokasi QTL sifat pertumbuhan pada kromosom 18 tersebut diperkirakan terletak antara penciri DNA CSSM18 (107,1cM) dan TMR1(124,8cM.

Sejarah Domba Garut

Domba Garut seperti namanya adalah domba yang berasal dari Kabupaten Garut tepatnya di daerah Limbangan, Propinsi Jawa Barat, Selanjutnya berkembang dan sekarang telah  menyebar ke seluruh pelosok Jawa Barat khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Untuk memperoleh bibit Domba Garut yang baik dan unggul  harus dimulai dari betina yang kualitasnya sangat bagus, pejantan dari keturunan Domba Garut memiliki kwualiatas yang baik pula. Para ahli domba yang memelihara Domba Garut mempunyai sifat dankarakter yg berbeda dalam merawat dan memeliharanya mulai dari anakan sampai dewasa (siap tanding) atau untuk daging.

Biasanya masyarakat garut memilih Anak Domba Garut untuk dijadikan domba tangkas harus diberikan latihan beradu dan berlaga di lapangan, tanpa diberi pelatihan Domba Garut tersebut tidak akan mempunyai  nilai seni di lapangan saat bertanding dan enak dipandang saat  berlaga, yakni mengenai langkah mundur dan langkah maju atau tubrukannya tidak baik. Sampai Saat ini  Domba Garut tetap memiliki nilai seni yang sangat digemari dan merupakan ternak kebanggaan masyarakat Jawa Barat.

Domba Garut mempunyai  potensi yang baik untuk dikembangkan dan dibudidayakan sebagai sumber daging dibandingkan domba lokal atau bangsa domba lain yang ada di Indonesia dan memiliki keunggulan unik khas yang bisa dijadikan daya tarik parawisata daerah di Jawa Barat.

Ciri Ciri Domba Garut:

1. Domba Garut adu atau petarung yang bagus memiliki tanduk ngabendo, artinya tanduk yang dimiliki domba tersebut melingkar penuh ke belakang. Sebenarnya ada beberapa jenis tanduk menurut para ahli pecinta domba garut diantaranya Tewang, lele paeh, pasanga doa, padangkran, dan jalaprang. Domba garut adu yang memiliki bentuk tanduk Ngabendo biasanya akan lebih kekar dalam bertarung dibandingkan dengan jenis tanduk lainnya.

2. Domba garut yang bagus untuk aduan memiliki bentuk muka seperti kuda, dalam bahasa sunda model bentuk muka ini adalah ngabeungeut kuda.

3.Dari mata kita harus mengetahui bagaimana domba garut untuk aduan yang baik. Biasanya orang melihat dari sudut mata bahwa domba garut yang baik tersebut adalah memiliki mata seperti jalak atau bisa disebut Panon Jalak. Ada juga domba petarung yang bagus dengan sebutan panon kupa dan hideung manggu

4. Dari telinga kita juga harus memperhatikan, bahwa ciri comba garut adu yang bagus memiliki telinga yang pendek atau hampir tidak kelihatan seperti tidak memiliki telinga berbeda dengan domba biasanya atau domba blasteran dia akan memiliki telinga panjang. Domba garut adu yang bagus dengan telinga pendek biasa disebut dengan Ceuli rumping.

5. Domba adu yang bagus memiliki bentuk punggung yang luruh, tidak melengkung seperti berat ke perut atau pinggulnya yang tinggi. Bentuk punggung yang lurus biasa disebut tonggong leceng ini merupakan jenis domba garut yang cocok untuk adu atau petarung

6. Dari jenis kelamin bisa mencirikan bahwa domba garut adu yang bagus adalah memiliki jenis kelamin yang padat panjang dan berisi atau dalam istilah di sunda adalah Kanjut laer. (maaf bukan ga sopan....) Domba yang memiliki biji pelir ganjil dianggap kurang cakap dalam pertandingan dan kurang potensial dalam memberikan keturunan

7. Domba garut yang baik untuk aduan yang ke-7 adalah memiliki ciri kaki yang biasa disebut ngaregang waru. Artinya kaki kiri dan kaki kanan memiliki keseimbangan serta bentuk yang kekar.

8. Memiliki kuku yang bagus atau biasa disebut kuku ngukuh serta memiliki ekor yang besar dan berisi, selain itu domba yang memiliki ekor buntel mayit tidak disukai oleh para penggemar adu domba. Ciri-ciri domba buntel mayit pada ekornya tampak benjolan, ujungnya melilit ke luar dan tidak berbulu, bulu ekor terbalik, bulu badan melilit ke luar dan jarang terlihat. Domba dengan ciri-ciri tersebut dianggap sebagai pembawa sial, baik bagi domba itu sendiri maupun bagi domba lain. Misalnya, selalu mengakibatkan kekalahan, kecelakaan, atau arena pamidangan menjadi sepi dari pengunjung

9. Memiliki bentuk badan seperti singa alias si raja hutan, bagi penggemar doma adu ciri ini juga diperhitungkan dalam pertarungan domba. Domba yang memiliki ciri patarung yang hebat harus memiliki bentuk tubuh seperti singa atau bisa disebut ngabadan singa.

Seni Adu Domba Garut

Menurut berbagai catatan sejarah, Seni Adu Domba Garut ini mulai dikenal dan berkembang pesat saat pemerintahan Bupati Suryakanta Legawa, sekitar tahun 1815-1829. Saat itu, Bupati Suryakanta sering megunjungi saudara seperguruannya yang memiliki banyak peliharaan domba. Karena sang Bupati juga memiliki hobi yang sama, maka ia meminta salah satu domba dari saudara seperguruannya itu. Saudara seperguruannya yang bernama Haji Sholeh ini lantas memberi seekor domba kepada bupati yang kemudian diberi nama Si Lenjang.

Bupati Suryakanta kemudian membawa Si Lenjang pulang ke Pendopo Kabupaten Garut. Si Lenjang kemudian dikawinkan dengan domba jantan yang ada di Pendopo Garut yang bernama Si Dewa. Dari hasil perkawinan tersebut, lahirlah Si Toblo, seekor domba yang kuat dan perkasa. Si Toblo inilah yang kemudian beranak pinak dan diyakini sebagai leluhur domba Garut yang dikhususkan dalam seni adu Ketangkasan domba.

Saat ini, Adu Domba Garut sudah menjadi wahana wisata dan merupakan salah satu atraksi yang paling diminati baik oleh para wisatawan maupun masyarakat Garut sendiri. Garut yang mayoritas wilayahnya dikelilingi pegunungan, memang sangat mendukung untuk berkembang biaknya domba-domba yang kuat dan perkasa.


Demikian Sejarah Seni Ketangkasan Adu Domba dan Ciri-Ciri Domba Garut Asli Jawa Barat, .Semoga bermanfaat jangan lupa berkomentar dan berkunjung kembali ke website www.tipstriksib.net



Baca juga Artikel




Related : Sejarah Seni Ketangkasan Adu Domba dan Ciri-Ciri Domba Garut Asli Jawa Barat

clear'/>