-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

SEJARAH KISAH RIWAYAT DAN MUKJIZAT NABI IBRAHIM AS SECARA LENGKAP



Sejarah-Kisah-Riwayat-dan-Mukjizat-Nabi-Ibrahim-AS-secara-lengkap
Nabi Ibrahim adalah putera Aazar {Tarih} bin Tahur bin Saruj bin Rau' bin Falij bin Aabir bin Syalih bin Arfakhsyad bin Saam bin Nuh A.S. Ibrahim adalah anak seorang ahli pembuat patung. Pada zaman itu orang-orang menyembah Tuhan yang bisa dilihat perwujudannya, yaitu berhala. Berhala menjadi patut disembah karena mereka mengaggap berhala memiliki sifat pengasih, padahal merekalah yang membuat patung dengan wajah yang welas asih. Patung sesembahan mereka dapat dibuat sesuka hati mereka. Apabila ingin menyembah Tuhan yang bersifat pemarah, mereka membuat patung Tuhannya dengan wajah garang dan menyeramkan lalu menyembahnya. Demikian pula seterusnya jika mereka membuat tuhan sesembahannya sesuai dengan selera mereka. Pada masa itu, terdapat kurang lebih 360 patung Tuhan.

Ia dilahirkan di sebuah tempat bernama "Faddam A'ram" dalam kerajaan Babilonia yang saat itu diperintah oleh seorang raja zalim bernama Namrudz bin Kan'aan. Sebelum itu tempat kelahirannya berada dalam keadaan kucar-kacir. Ini adalah karena Raja Namrud mendapat petanda bahwa seorang bayi akan dilahirkan disana dan bayi ini akan tumbuh dan merampas tahtanya. Antara sifat insan yang akan menentangnya ini ialah dia akan membawa agama yang mempercayai satu tuhan dan akan menjadi pemusnah batu berhala. Insan ini juga akan menjadi penyebab Raja Namrud mati dengan cara yang dahsyat. Oleh itu Raja Namrud telah mengarahkan semua bayi yang dilahirkan di tempat ini dibunuh, manakala golongan lelaki dan wanita pula telah dipisahkan selama setahun.

MUKJIZAT CELAH JARI MENGELUARKAN AIR SUSU

Walaupun berada dalam keadaan cemas, kehendak Allah tetap terjadi. Isteri Aazar telah mengandung namun tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan. Pada suatu hari dia terasa seperti telah tiba waktunya untuk melahirkan anak dan sadar sekiranya diketahui Raja Namrud yang zalim pasti dia serta anaknya akan dibunuh. Dalam ketakutan, ibu Nabi Ibrahim A.S telah bersembunyi dan melahirkan anaknya di dalam sebuah gua. Selepas itu, dia memasuki batu-batu kecil dalam mulut bayinya itu dan meninggalkannya sendirian. Seminggu kemudian, dia bersama suaminya kembali ke gua tersebut dan terkejut melihat Nabi Ibrahim A.S masih hidup. Selama seminggu, bayi itu menghisap celah jarinya yang mengandung susu dan makanan lain yang berkhasiat. Semasa berusia 15 bulan tubuh Nabi Ibrahim telah tumbuh dengan cepatnya seperti kanak-kanak berusia dua tahun. Maka kedua ibu bapaknya berani membawanya pulang ke rumah mereka.

NABI IBRAHIM A.S MENCARI TUHAN YANG SEBENARNYA, AYAHNYA PEMBUAT BERHALA

Pada masa Nabi Ibrahim, kebanyakan rakyat di Mesopotamia beragama politeisme yaitu menyembah lebih dari satu Tuhan dan menganut paganisme. Dewa Bulan atau Sin merupakan salah satu berhala yang paling penting. Bintang, bulan dan matahari menjadi objek utama penyembahan dan karenanya, astronomi merupakan bidang yang sangat penting. Sewaktu kecil Nabi Ibrahim A.S sering melihat ayahnya membuat patung-patung tersebut, lalu dia berusaha mencari kebenaran agama yang dianuti oleh keluarganya itu.

Dalam al-Quran Surah al-Anaam (ayat 76-78) menceritakan tentang pencariannya dengan kebenaran. Pada waktu malam yang gelap, beliau melihat sebuah bintang (bersinar-sinar), lalu ia berkata: "Inikah Tuhanku?" Kemudian apabila bintang itu terbenam, ia berkata pula: "Aku tidak suka kepada yang terbenam hilang". Kemudian apabila dilihatnya bulan terbit (menyinarkan cahayanya), dia berkata: "Inikah Tuhanku?" Maka setelah bulan itu terbenam, berkatalah dia: "Demi sesungguhnya, jika aku tidak diberikan petunjuk oleh Tuhanku, nescaya menjadilah aku dari kaum yang sesat". Kemudian apabila dia melihat matahari sedang terbit (menyinarkan cahayanya), berkatalah dia: "Inikah Tuhanku? Ini lebih besar". Setelah matahari terbenam, dia berkata pula: "Wahai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri (bersih) dari apa yang kamu sekutukan (Allah dengannya)". Inilah daya logika yang dianugerahi kepada beliau dalam menolak agama penyembahan langit yang dipercayai kaumnya serta menerima tuhan yang sebenarnya: Melihat tanda Kekuasaan Allah SWT.

Semasa remajanya Nabi Ibrahim A.S sering disuruh ayahnya keliling kota menjajakan patung-patung buatannya namun karena iman dan tauhid yang telah diilhamkan oleh Allah SWT kepadanya ia tidak bersemangat untuk menjajakan barang-barang itu bahkan secara mengejek ia menawarkan patung-patung ayahnya kepada calon pembeli dengan kata-kata:" Siapakah yang akan membeli patung-patung yang tidak berguna ini? "

MUKJIZAT MENGHIDUPKAN BURUNG YANG MATI.

Nabi Ibrahim A.S yang sudah bertekad ingin memerangi kesyirikan dan penyembahan berhala yang berlaku di dalam kaumnya ingin mempertebal iman dan keyakinannya lebih dulu, untuk menenteramkan hatinya serta membersihkannya dari keragu-raguan yang mungkin mangganggu pikirannya dengan memohon kepada Allah SWT agar diperlihatkan kepadanya bagaimana Dia menghidupkan kembali makhluk-makhluk yang sudah mati. Ia memohon kepada Allah: "Ya Tuhanku! Tunjukkanlah kepadaku bagaimana engkau menghidupkan makhluk-makhluk yang sudah mati. "Allah menjawab permohonannya dengan berfirman: Tidakkah engkau beriman dan percaya kepada kekuasaan-Ku?." Nabi Ibrahim menjawab: "Betul, wahai Tuhanku, aku telah beriman dan percaya kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu, namun aku ingin sekali melihat itu dengan mata kepala-ku sendiri, agar aku mendapat ketenteraman dan ketenangan hati dan agar semakin tebal dan kukuh keyakinanku kepada-Mu dan kepada kekuasaan-Mu."

Allah mengabulkan permohonan Nabi Ibrahim A.S lalu diperintahkanlah ia menangkap empat ekor burung, lalu setelah memperhatikan dan meneliti bagian-bagian tubuh burung itu, ia memotongnya menjadi berkeping-keping, mencampur-baurkannya, dan kemudian tubuh burung yang sudah hancur-luluh dan bercampur-baur itu diletakkan di empat puncak bukit yang berbeda dan berjauhan. Setelah dikerjakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT itu, diperintahkan-Nya Nabi Ibrahim A.S memanggil burung-burung yang sudah terkoyak tubuhnya dan terpisah jauh setiap bagian tubuhnya itu.

Dengan izin Allah dan kuasa-Nya datanglah berterbangan empat ekor burung itu dalam keadaan utuh dan bernyawa seperti sedia kala begitu mendengar seruan dan panggilan Nabi Ibrahim A.S kepadanya. Lalu hinggaplah empat burung yang hidup kembali itu di depannya, dilihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Allah Yang Maha Berkuasa dapat menghidupkan kembali makhluk-Nya yang sudah mati sebagaimana Dia menciptakannya dari sesuatu yang tidak ada. Dan dengan demikian tercapailah keinginan Nabi Ibrahim A.S untuk menenteramkan hatinya dan menghilangkan kemungkinan ada keraguan di dalam iman dan keyakinannya, bahwa kekuasaan dan kehendak Allah SWT tidak ada sesuatu pun di langit atau di bumi yang dapat menghalangi atau menentangnya, dan hanya kata "Kun Fayakun", maka terjadilah apa yang Dikehendaki-Nya.

BERDAKWAH KEPADA AYAHNYA.

Dengan sikap yang sopan dan adab yang patut ditunjukkan oleh seorang anak terhadap orang tuanya dan dengan kata-kata yang halus ia datang kepada ayahnya menyampaikan bahwa ia diutuskan oleh Allah SWT sebagai nabi dan rasul dan bahwa ia telah diilhamkan dengan pengetahuan dan ilmu yang tidak dimiliki oleh ayahnya. Aazar menjadi merah mukanya dan melotot matanya mendengar kata-kata seruan puteranya Nabi Ibrahim A.S yang ditanggapinya sebagai dosa. Ia tidak menyembunyikan murka dan marahnya tetapi dinyatakannya dalam kata-kata yang kasar dan dalam maki namun seakan-akan tidak ada hubungan diantara mereka. Nabi Ibrahim A.S menerima kemarahan ayahnya, pengusirannya dan kata-kata kasarnya dengan sikap tenang, normal selaku anak terhadap ayah seraya berkata: "Wahai ayahku! Semoga engkau selamat, aku akan tetap memohonkan ampun bagimu dari Allah SWT dan akan tinggalkan kamu dengan persembahan selain kepada Allah SWT. Mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang celaka dan malang dengan doaku untukmu." Lalu keluarlah Nabi Ibrahim A.S meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih karena gagal mengangkatkan ayahnya dari lembah syirik dan kafir.

MENGHANCURKAN BERHALA

Adalah sudah menjadi tradisi dan kebiasaan penduduk kerajaan Babilonia bahwa setiap tahun mereka keluar kota beramai-ramai pada suatu hari raya yang mereka anggap sebagai keramat. Berhari-hari mereka tinggal di luar kota di suatu padang terbuka, berkemah dengan membawa bekalan makanan dan minuman yang cukup. Mereka bersuka ria dan bersenang-senang sambil meninggalkan kota-kota mereka kosong dan sunyi. Nabi Ibrahim A.S berpura-pura sakit dan diizinkanlah ia tinggal di rumah apalagi mereka merasa khawatir bahwa penyakit Nabi Ibrahim A.S yang dibuat-buat itu akan menular dan menjalar di kalangan mereka bila ia turut serta.

"Inilah dia kesempatan yang ku nantikan." kata hati Nabi Ibrahim tatkala melihat kota sudah kosong dari penduduknya, sunyi senyap tidak terdengar kecuali suara burung-burung yang berkicau, suara daun-daun pohon yang gemerisik ditiup angin kencang. Dengan membawa sebuah kapak ditangannya ia pergi menuju tempat beribadatan kaumnya yang sudah ditinggalkan tanpa penjaga, tanpa juru kunci dan hanya deretan patung-patung yang terlihat diserambi tempat peribadatan itu. Sambil menunjuk kepada semahan bunga-bunga dan makanan yang berada di setiap kaki patung berkata Nabi Ibrahim, mengejek: "Mengapa kamu tidak makan makanan yang lezat yang disajikan bagi kamu ini? Jawablah aku dan berkata-katalah kamu." Kemudian ditendang, ditamparlah patung-patung itu dan dihancurkannya berpotong-potong dengan kapak yang berada di tangannya. Patung yang besar ditinggalkannya utuh, tidak diganggu yang pada lehernya dikalungkanlah kapak Nabi Ibrahim itu.

Terperanjat dan terkejutlah para penduduk, tatkala pulang dari berpesta ria di luar kota dan melihat keadaan patung-patung, tuhan-tuhan mereka hancur berantakan dan menjadi potongan-potongan terserak-serak di atas lantai. Bertanyalah satu kepada yang lain dengan nada heran dan takjub: "Siapakah yang telah berani melakukan perbuatan yang jahat dan keji ini terhadap tuhan-tuhan persembahan ini?" Berkata salah seorang diantaranya: "Ada kemungkinan bahwa orang yang selalu mengolok-olok dan mengejek persembahan kami yang bernama Ibrahim itulah yang melakukan perbuatan yang berani ini." Seorang yang lain menambah keterangan dengan berkata: "Bahkan dialah yang pasti berbuat, karena ia adalah satu-satunya orang yang tinggal di kota sewaktu kami semua berada di luar merayakan hari suci dan keramat itu. Rakyat kota beramai-ramai membicarakan kejadian yang dianggap suatu kejadian atau penghinaan yang tidak dapat diampuni terhadap kepercayaan dan persembahan mereka. Suara marah, jengkel dan kutukan terdengar dari segala penjuru, yang menuntut agar si pelaku diminta bertanggungjawab dalam suatu pengadilan terbuka, di mana seluruh rakyat penduduk kota dapat turut serta menyaksikannya.

RAJA NAMRUD DAN PENGADILAN NABI IBRAHIM A.S

Ketika Nabi Ibrahim A.S datang menghadap Raja Namrud yang akan mengadili ia disambut oleh para hadirin dengan teriakan kutukan dan cercaan, menandakan sangat gusarnya para penyembah berhala terhadap beliau yang telah berani menghancurkan persembahan mereka. Ditanyalah Nabi Ibrahim oleh Raja Namrud: "Apakah engkau yang melakukan penghancuran dan merusakkan tuhan-tuhan kami?" Dengan tenang dan sikap dingin, Nabi Ibrahim A.S menjawab: "Patung besar yang berkalungkan kapak di lehernya itulah yang melakukannya. Coba tanya saja kepada patung-patung itu siapakah yang menghancurkannya." Raja Namrudpun terdiam sejenak. Kemudian beliau berkata: "Engkaukan tahu bahwa patung-patung itu tidak dapat bercakap dan berkata mengapa engkau minta kami bertanya kepadanya?" Tibalah masanya yang memang dinantikan oleh Nabi Ibrahim A.S, maka sebagai jawaban atas pertanyaan yang terakhir itu beliau berpidato membentangkan kebathilan persembahan mereka, yang mereka pertahankan mati-matian, semata-mata hanya karena adat itu adalah warisan nenek-moyang. Berkata Nabi Ibrahim A.S kepada Raja Namrud itu: "Jika demikian halnya, mengapa kamu sembah patung-patung itu, yang tidak dapat berkata, tidak dapat melihat dan tidak dapat mendengar, tidak dapat membawa manfaat atau menolak mudharat, bahkan tidak dapat menolong dirinya dari kehancuran dan kebinasaan? Alangkah bodohnya kamu dengan kepercayaan dan persembahan kamu itu! Tidakkah dapat kamu berpikir dengan akal yang sehat bahwa persembahan kamu adalah perbuatan yang keliru yang hanya dipahami oleh syaitan. Mengapa kamu tidak menyembah Tuhan yang menciptakan kamu, menciptakan alam sekeliling kamu dan menguasakan kamu di atas bumi dengan segala isi dan kekayaan. Alangkah hina dinanya kamu dengan persembahan kamu itu."

Setelah selesai Nabi Ibrahim menguraikan pidatonya itu, Raja Namrud mencetuskan keputusan bahwa Nabi Ibrahim A.S harus dibakar hidup-hidup sebagai ganjaran atas perbuatannya menghina dan menghancurkan tuhan-tuhan mereka, maka berserulah para hakim kepada rakyat yang hadir menyaksikan pengadilan itu: "Bakarlah ia dan belalah tuhan-tuhanmu, jika kamu benar-benar setia kepadanya."

NABI IBRAHIM DIBAKAR HIDUP-HIDUP

Berduyun-duyunlah para penduduk dari segala penjuru kota membawa kayu bakar sebagai sumbangan dan tanda bakti kepada tuhan mereka. Setelah terkumpul kayu bakar di lapangan yang disediakan untuk upacara pembakaran dan tertumpuk serta tersusun laksana sebuah bukit, berduyun-duyunlah orang datang untuk menyaksikan pelaksanaan hukuman atas diri Nabi Ibrahim A.S. Kayu lalu dibakar dan terbentuklah gunung berapi yang dahsyat yang sedang berterbangan di atasnya berjatuhan terbakar oleh panasnya uap yang ditimbulkan oleh api yang menggunung itu. Kemudian dalam keadaan terbelenggu, Nabi Ibrahim A.S diangkat ke atas sebuah gedung yang tinggi lalu dilemparkan ia kedalam tumpukan kayu yang menyala-nyala itu dengan iringan firman Allah: "Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim." (QS. Al-Anbiya': 69)

Dan memang demikianlah apa yang terjadi tatkala ia berada dalam perut bukit api yang dahsyat itu ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah Pelindungnya dan hanya tali temali dan rantai yang mengikat tangan dan kakinya yang terbakar hangus, sedang tubuh dan pakaian yang terlekat pada tubuhnya tetap utuh, tidak sedikit pun tersentuh oleh api, hal mana merupakan suatu mukjizat yang diberikan oleh Allah kepada hamba pilihannya, Nabi Ibrahim, agar dapat melanjutkan penyampaian risalah yang ditugaskan kepadanya kepada hamba-hamba Allah yang tersesat itu.

Orang ramai tercengang dengan keajaiban ini dan mulai mempersoalkan kepercayaan kepada Raja Namrud. Anak perempuan Raja Namrud sendiri yaitu Puteri Razia mulai mempercayai agama yang dibawa oleh beliau. Lalu Puteri itupun mengaku di hadapan khalayak ramai bahwa tuhan Nabi Ibrahim A.S adalah tuhan yang sebenarnya. Hal ini telah menaikkan kemarahan Raja Namrud yang mengarahkan tentara untuk membunuh puterinya itu. Puteri itupun berlari ke arah api yang besar itu lalu berkata "Tuhan Nabi Ibrahim, selamatkanlah aku". Puteri Razia pun turut terselamat dari terbakar dan dalam api yang membara itu kedengaran dia mengucap kalimah syahadah. Tindakan puterinya menjadikan hati Raja Namrud semakin membara. Kemudian puteri Razia keluar dari api tersebut, Raja Namrud serta tentaranya langsung mengejarnya ke dalam hutan. Hal ini memberi peluang kepada Nabi Ibrahim A.S untuk melarikan diri. Selepas sekian lama, merekapun pulang dan mendapati bahwa Nabi Ibrahim A.S turut terlepas. Setelah peristiwa ini, Raja Namrud kian gelisah karena rakyatnya mulai hilang kepercayaan dengan kekuasaannya. Oleh itu, beliau berazam pula untuk membunuh Tuhan nabi Ibrahim.

RAJA NAMRUD DAN KAWANAN NYAMUK

Raja Namrud sangat marah karena Nabi Ibrahim A.S. Dia menganggap Nabi Ibrahim A.S sebagai musuh yang harus dihancurkan dan dia berkata dengan sangat kasar kepada nabi Ibrahim. “Hai nabi Ibrahim, aku mau menantang Tuhan-mu. Buktikan kalau dia bisa mengalahkanku”. Nabi Ibrahim A.S sangat terkejut mendengar tentangan dari raja Namrud, maka beliau takut bila azab Allah SWT akan segera datang di wilayah babilonia nantinya. Setelah beberapa hari kemudian raja Namrud mengumpulkan bala tentaranya, dengan seruan kepada Nabi Ibrahim A.S yaitu "suruh Tuhan mu dan tentaranya melawan aku dan pasukanku," tantang raja Namrud dengan bahasa yang sombong.

Pada saat itu, tiba- tiba di langit tampak awan hitam yang datang mendekat, setelah makin dekat, mereka baru menyadari bahwa itu bukanlah awan hitam, melainkan kawanan nyamuk yang datang menyerbu. Ribuan nyamuk langsung menyerang raja Namrud dan pasukannya. Mereka sangat panik menerima serangan dari makhluk-makhluk yang kecil itu. Tubuh mereka menjadi lemah dan tidak lagi bertenaga untuk melawan binatang yang kecil itu ( nyamuk ).

Raja Namrud yang berada di tengah-tengah pasukan menjadi panik juga, serangan dari makhluk nyamuk itu yang sangat dahsyat sehingga dia tidak berdaya dan tidak mampu berbuat apa-apa terhadap serangan makhluk nyamuk itu. Sehingga raja Namrud dan pasukannya lari tunggang langgang dari serangan makhluk nyamuk. Namun ada nyamuk besar yang berhasil untuk mengejar dan nyamuk besar itu masuk ke dalam hidung raja Namrud lalu menggigitnya, dan dia berteriak dengan suara yang cukup keras dan kesakitan atas gigitan nyamuk, kepalanya terasa mau pecah dan tubuhnya merasa kesakitan yang luar biasa. Akhirnya raja Namrud yang berani menantang Allah SWT itu menggelepar dan mati, semua pasukan tentaranya tidak mampu bertahan mereka pun tewas dengan sangat mengenaskan. Nabi Ibrahim A.S dan pengikutnya telah bersyukur karena dihindarkan oleh Allah dari serangan makhluk nyamuk-nyamuk itu.

Demikian Sejarah Kisah Riwayat dan Mukjizat Nabi Ibrahim AS secara lengkap

Baca juga Kisah Teladan Lainnya

Kisah teladan sejarah khalifah sayyidina Umar bin Khattab
Cerita kisah teladan Nabi Muhammad Rasulullah SAW dan pemuda yang bertaubat
Sejarah biografi kisah teladan khalifah sayyidina imam Ali bin Abi Thalib radiya allahu 'anhu
Contoh Teladan Akhlak Kepribadian Rasulullah Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari
Kisah teladan Nabi Shaleh as dan mukjizat unta betina kepada Kaum Tsamud 
Biografi dan Kisah Riwayat Hidup Sejarah Nabi Muhammad Rasululah SAW lengkap dari lahir sampai wafat
Kisah Teladan Nabi Yunus as yang ditelan Ikan karena meninggalkan kaumnya
Kisah Bukti Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang dapat Membelah Bulan ( Terbelah )
Sejarah Kisah Riwayat dan Mukjizat Nabi Ibrahim AS secara lengkap
Wasiat nasihat bijak orang tua kepada anaknya agar menjadi anak soleh
Kisah teladan dikabulnya doa 3 orang sholeh dengan akhlak amal kebaikan
Kisah 5 Nabi Rasul yang bergelar Ulul Azmi ciri-ciri sifat nabi ulul azmi
Kisah Teladan Riwayat Biografi Sahabat Nabi Mu'adz bin Jabal ra
Kisah Teladan Riwayat Biografi dan Keutamaan Karomah Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq
Kisah Teladan Uwais al-Qarni Sang Penghuni Langit


Related : SEJARAH KISAH RIWAYAT DAN MUKJIZAT NABI IBRAHIM AS SECARA LENGKAP

clear'/>