-->

Tips Trik Seputar Internet dan Bisnis

TATA CARA BACAAN NIAT SHOLAT SUNNAT IDUL ADHA DAN LAFADZ TAKBIR IDUL ADHA



tata-cara-bacaan-niat-sholat-sunnat-lafadz-takbir-idul-adha
TATA CARA BACAAN NIAT SHOLAT SUNNAT IDUL ADHA DAN LAFADZ TAKBIR IDUL ADHA tata-cara-bacaan-niat-sholat-sunnat-lafadz-takbir-idul-adha

Sholat Sunnah Idul Adha - Idul adha merupakan hari raya besar umat islam yang mana diwajibkan bagi muslim yang mampu untuk melaksanakan qurban sebagaimana di perintahkan oleh Alloh SWT dalam ( surat Al-Kautsar : 2 ) . “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah. Banyak hikmah dan manfaat keutamaan qurban idul adha yang bisa di ambil dari kisah nabi ibrahim dan nabi ismail sebagai awal mula adanya perintah ibadah qurban 

Tentunya rangkaian ibadah idul adha dimulai takbiran idul adha dengan mengumandangkan kalimah takbir , sholat idul adha


sampai melaksanakan penyembelihan hewan qurban.

Shalat sunnat idul adha adalah shalat sunnah muakkad yang dilaksanakan sebanyak 2 rakaat secara berjamaah baik di mesjid maupun di tanah lapangan . Adapun ketentuan dalam melaksanakan shalat sunah idul adha adalah sebagai berikut

Niat salat dengan lafad ”Usalii sunnata li idil adha rak’ataini lilahi ta’ala”.
Artinya Aku niat salat sunat idul adha 2 rakaat karena Allah

-Shalat sunah idul adha sebanyak 2 rakaat.
-Pada rakaat pertama setelah membaca do’a iftitah takbir sebanyak tujuh kali
-Pada rakaat kedua takbir sebanyak lima kali.
-Disela-sela membaca takbir disunahkan membaca tasbih subhanallahi walhamdulillahi wa lailahaillahu wallahu akbar
- Waktu shalat sunah idul adha adalah mulai terbitnya matahari sampai sebelum waktu salat duhur tiba.
- Setelah shalat sunah idul adha selesai dilanjutkan dengan khutbah idul adha.

Tidak didahului dengan azan dan iqamat. Sebagaimana sabda Rasulullah saw berikut

عَنْ جاَبِرِابْنِ سَمُرَةَقاَلَ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِيْدغَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَمَرَّتَيْنِ بِغَيْرِاَذَانٍ وَلاَاِقَامَةٍ

Artinya : “Dari Jabir bin Samurah. Ia berkata, ”Saya shalat hari raya bersama-sama Rasulullah saw, bukan sekali dua kali saja, Beliau salat tidak ada azan dan tidak iqamat”. (HR. Ahmad dan Muslim)

- Imam shalat mengeraskan bacaannya
- Salat sunah idul adha dikerjakan di masjid atau di tanah lapang.
- Disunahkan mandi sebelum berangkat menuju ke masjid atau tanah lapang
- Disunahkan bagi imam shalat pada rakaat pertama membaca surat Al- A’la setelah membaca Al- Fatihah dan surat Al- Gasyiyah pada rakaat kedua. Atau raka’at pertama membaca surat Qaf dan raka’at kedua membaca surat Al- Qamar.

Setiap kaum muslimin yang melaksanakan shalat idul adha disunnahkan menempuh jalan yang berbeda ketika pergi dan pulangnya. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw berikut

عَنِ ابْنِ عُمَرَ وَنَحْوِهِ اَنَّ رَسُوْلَ الله صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَخَذَيَوْمَ اْلعِيْدِفِى طَرِيْقٍ ثُمَّ رَجَعَ فِى طَرِيْقٍ اُخْرَى

Artinya : “Dari Ibnu Umar dan sebagainya. Sesungguhnya Rasulullah saw pada hari raya berangkat salat mengambil suatu jalan kemudian pulang dengan jalan lain”. (HR. Abu Daud)

-Disunahkan mengenakan pakaian yang rapi, indah dan bagus.
-Disunahkan tidak makan dan minum sebelum berangkat untuk shalat idul adha.
-Disunahkan membaca takbir dan tahmid pada malam hari sebelum shalat sunah idul adha sampai dengan tiga hari tasyrik.

Adapun tatacara bacaan niat sholat sunnat lafadz takbir idul adha adalah sebagai berikut :

1. Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.

2. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.

3. Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).” Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.

4. Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,

كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

5. Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

6. Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

7. Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

8. Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

9. Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Demikian tuntunan dan tatacara bacaan niat sholat sunnat lafadz takbir idul adha

Baca juga Artikel Menarik Lainnya

Tips cara memilih ciri-ciri hewan qurban yang baik dan sehat

Lebaran Haji : Hikmah Manfaat dan Keutamaan Qurban Idul Adha

Tatacara bacaan niat sholat sunnat lafadz takbir idul adha 

Ketentuan dan Tata Cara Menyembelih Hewan Qurban Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW

Ketentuan Kriteria Syarat-Syarat Hewan Kurban Sesuai Sunnah Nabi

Syarat, Rukun, Wajib Haji, dan Sunnah serta larangan Ibadah Haji

Keutamaan Puasa Dzulhijjah dan Amalan-Amalan Utama 10 hari pertama di Bulan Dzulhijjah

Hikmah Makna Sejarah Peristiwa Qurban Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as

Tata Cara Syarat, Rukun, Wajib Umroh sesuai sunnah dan Larangan dalam Ibadah Umroh 


Related : TATA CARA BACAAN NIAT SHOLAT SUNNAT IDUL ADHA DAN LAFADZ TAKBIR IDUL ADHA

clear'/>