-->

Hikmah dan Makna Keutamaan Ibadah Qur'ban Idul Adha

Lebaran-Haji-Hikmah-Manfaat-dan-Keutamaan-Qurban-Idul-Adha
Hikmah dan Makna Keutamaan Ibadah Qur'ban Idul Adha

Hari Raya Idul Adha ( kurban ) Lebaran Haji merupakan salah satu hari raya besar Islam yang jatuh pada tanggal 10 bulan Dzulhijjah sering dikenal lebaran haji atau Idul qurban . Maka setelah selesai Shalat Idul Adha maka setiap muslim yang beriman dan mampu di wajibkan untuk melaksanakan qurban dengan menyembelih hewan qurban. Hewan yang boleh dikurbankan diantarnya domba kambing, sapi atau unta.

Hari raya idul adha adalah mengenang peristiwa sejarah awal mula perintah berqurban ( Qurban nabi ibrahim ) dari kisah orang-orang soleh dengan kesabaran dan ketaatan nabi Ibrahim dan putranya nabi ismail kepada Allah, yaitu ketika Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail diuji oleh Allah SWT untuk mengorbankan putranya Ismail untuk Allah, namun kemudian digantikan oleh-Nya dengan seekor gibas atau domba.

Sejarah ibadah Qurban Idul Adha 

Pada Zaman Nabi Ibrahim as berqurban sudah dicontohkan oleh nabi ibrahim as dengan menyembelih binatang ternaknya, beliau berqurban seribu ekor kambing, tigaratus ekor sapi, dan seratus ekor unta dengan kedermawanannya sehingga masyarakat di sekitarnya begitu takjub dan memuji kekayaan dan kedermawanan Nabi Allah ini.

Dengan tidak menunjukkan itikad sombong Nabi Ibrahim pernah mengatakan kalau misalnya beliau dikaruniai putra ( saat itu beliau belum punya anak ) jika perintah Allah SWT akan di Qurbankan.”
Atas izin Allah SWT, Nabi Ibrahim pun dikaruniai seorang putra bernama Isma’il. Kehadiran putra yang didam-idamkan oleh beliau dan sangat dicintai dan disayangi membuat beliau lupa akan ucapan yang pernah dikatakan. 

Nabi Ibrahim pun ditegur oleh Allah dengan mimpi-mimpinya berulang kali yaitu untuk menyembelih putra tercintanya Nabi Isma’il as. Sewaktu Nabi Ibrahim menyakini mimpi itu bersumber dari Allah SWT, Beliau segera menyampaikan kepada putranya Isma’il as bahwa Allah SWT telah memerintahkannya untuk menyembelih Isma’il as. 

Kesabaran dan kesolehan nabi Isma’il pun diuji untuk berbakti kepada Rob-nya, Isma’il pun menurutinya. Tak sampai disitu godaan datang dari iblis dan syetan menghampiri mulai dari istri beliau siti hajar, ismail tapi tetap tak mampu mengurungkan niat untuk berqurban kepada Allah SWT.  Tatkala pisau tajam yang dipersiapkan Nabi Ibrahim as akan menghunus leher Isma’il, Allah SWT melalui malaikat Jibril menggantikan nabi Isma’il dengan seekor gibas atau domba. Gibas yang disembelih dan Isma’il selamat dari proses penyembelihan itu. Itulah awal mula sejarah ibadah Qurban Idul Adha yang semenjak itu umat islam yang mampu di wajibkan untuk beribadah qurban sesuai perintah allah SWT dalam ( surat Al-Kautsar : 2 )

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.”

Rasulullah bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu dia tidak berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat sholat kami.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

Hadits zaid ibn Arqam, Ia berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?”, 

Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunahnya Bapak kalian, nabi Ibrahim as.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami peroleh dengan Qurban itu?” 

Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.” Mereka menjawab: “Bagaimana dengan bulu-bulunya?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR. Ahmad dan Ibn Majah)

Hari Idul Adha merupakan rangkaian dari puncaknya ibadah Haji yang dilaksanakan umat Muslim. dengan melakukan penyembelihan hewan qurban pada hari-hari Tasyrik yang diharamkan puasa bagi umat Islam.  Qurban merupakan bentuk kecintaan kepada Allah dan wajib bagi yang mampu dan dan belum bisa melaksanakan ibadah haji di tanah suci mekkah.

Apa yang bisa di ambil hikmah dan keutamaan dari ibadah qurban

Berikut adalah Hikmah makna Qurban dan Keutamaan Qurban ‘Idul Adha bagi umat islam 

1. Ibadah Qurban Menjadi tolok ukur untuk menguji Tingkat Ketaqwaan 
Allah SWT berfiman: “……..adapun orang yang beriman, maka ia akan sangat cinta kepada Allah…”QS Albaqarah (2):165. Jadi, Qurban yang makna dasarnya persembahan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT itu merupakan upaya untuk menggapai kasih sayang-Nya.

2. Ibadah Qurban Menjadi Ciri Umat Nabi Muhammad SAW

Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]

3. Ibadah Qurban Menjadi Ibadah yang di Cintai Allah SWT 

Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlas kanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]

4. BerQurban Mengembirakan Kaum Yatim dan Dhuafa di Hari Raya 
“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim] 

5. BerQurban Ibadah yang di Utamakan untuk Setiap Mukmin 
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.”

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162] Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat 5 fardhu waktu…”

6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam 
“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]

7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim 

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” 

Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). 

Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 – 107]

Demikian uraian tentang Sejarah berqurban dan hikmah dan makna keutamaan ibadah qur'ban idul adha sebagai ciri mukmin yang bertaqwa kepada Allah Swt.

Baca juga Artikel Menarik Lainnya