-->

tuntunan-lengkap-tata-cara-bacaan-bilal-doa-shalat-tarawih-dan-witir
tuntunan lengkap tata cara bacaan bilal doa shalat tarawih dan witirtuntunan-lengkap-tata-cara-bacaan-bilal-doa-shalat-tarawih-dan-witir

Shalat Tarawih adalah shalat sunnat malam hari di bulan puasa ramadhan yang waktu pelaksanaan sholat sunnat tarawehnya dilaksanakan setelah sholat isya. 


Shalat Tarawih biasanya dikerjakan secara berjama'ah maupun sendirian baik di masjid maupun dirumah. 

Pada umumnya shalat teraweh dikerjakan minimal 11 rakaat namun adapula Shalat Tarawih yang dikerjakan 23 rakaat yang pada setiap dua rakaat ditutup dengan salam kemudian teruskan dengan shalat witir tiga rakaat dengan dua salam atau satu kali salam.

Namun bagi yang shalat tarawih 11 rakaat biasanya mengerjakan 2 kali salam dengan setiap 4 rakaat ditutup dengan 3 rakaat witir.

Adapun tata cara bacaan doa shalat sunnat taraweh surat yang dibaca sesudah Al-Fatihah pada tiap2 rakaat boleh surat apa saja yang dikehendaki, 

tetapi diutamakan pada setiap rakaat yang kedua sesudah membaca surat Al-Fatihah membaca surat-surat pendek seperti surat Al-Ikhlas.

Hukum Shalat Tarawih

Hukum melaksanakan sholat tarawih adalah sunnah bagi kaum laki-laki dan kaum hawa (perempuan), karena tarawih telah dianjurkan beliau Nabi Muhammad saw kepada ummatnya. Dam shalat taraweh bukan pengganti sholat tahajud, karena shalat tahajud dilakukan setelah tidur.

Sholat tarawih merupakan salah satu syi’ar dibulan Ramadlan yang penuh berkah, keagungan dan keutamaan disisi Allah swt. Sebagaimana termaktub dalam Hadist Nabi:

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه البخاري ومسلم)

     Artinya: Dari Abi Hurairah ra: sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda; “Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) dibulan Ramadlan hanya karena iman dan mengharapkan ridlo dari Allah, maka baginya diampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR. Bukhoryi dan Muslim).

Dan sabda Rasulullah SAW:

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ فَيَقُولُ مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ (رواه مسلم)

     Artinya: “Dari Abi Hurairah ra: Rasulullah SAW menggemarkan sholat pada bulan Ramadlan dengan anjuran yang tidak keras. Beliau berkata: “Barang siapa yang melakukan ibadah (sholat tarawih) dibulan Ramadlan hanya karena iman dan mengharapkan ridlo dari Allah, maka baginya di ampuni dosa-dosanya yang telah lewat”. (HR: Muslim).

Riwayat Shalat Tarawih

Sholat tarawih adalah sholat yang dilakukan hanya pada bulan Ramadlan, dan sholat tarawih ini dikerjakan beliau Nabi pada tanggal 23 Ramadlan tahun kedua hijriyyah,


namun pada masa itu beliau Nabi mengerjakan sholat tarawih tidak dimasjid terus menerus, kadang dimasjid, kadang mengerjakannya dirumah.

Sebagaimana dalam Hadist:

عَنْ عَائِشَةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِينَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى ذَاتَ لَيْلَةٍ فِي الْمَسْجِدِ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ وَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ  (رواه البخاري ومسلم)


Artinya: “Dari ‘Aisyah Ummil Mu’minin ra: sesungguhnya Rasulullah SAW pada suatu malam hari sholat dimasjid,  lalu banyak orang sholat mengikuti beliau, beliau sholat dan pengikut bertambah ramai (banyak) pada hari ke-Tiga dan ke-empat orang-orang banyak berkumpul menunggu beliau Nabi, 


tetapi Nabi tidak keluar (tidak datang) kemasjid lagi. Ketika pagi-pagi, Nabi bersabda: “sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang kemasjid karena aku takut sekali kalau sholat ini diwajibkan pada kalian”. Siti ‘Aisyah berkata: “hal itu terjadi pada bulan Ramadlan”. (HR. Bukhoryi dan Muslim).

Hadist ini menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW memang pernah melaksanakan sholat tarawih, pada malam hari yang kedua beliau datang lagi mengerjakan sholat dan pengikutnya tambah banyak. 


Pada malam yang ketiga dan ke-empat Nabi tidak datang kemasjid, dengan alasan bahwa beliau takut sholat tarawih itu akan diwajibkan Allah, karena pengikutnya sangat antusias dan bertambah banyak, 

sehingga hal ini ada kemungkinan beliau berfikir Allah sewaktu-waktu akan menurunkan wahyu mewajibkan sholat tarawih kepada ummatnya, karena orang-orang Muslimin sangat suka mengerjakannya.

Jika hal ini terjadi tentulah akan menjadi berat bagi ummatnya. Atau akan memberikan dugaan kepada ummatnya, bahwa sholat tarawih telah diwajibkan, 

karena sholat tarawih adalah perbuatan baik yang selalu dikerjakan beliau Nabi, sehingga ummatnya akan menduga sholat tarawih adalah wajib. Hal ini sebagaimana keterangan dibawah ini:

     أَنَّهُ إِذَا وَاظَبَ عَلَى شَيْء مِنْ أَعْمَال الْبِرّ وَاقْتَدَى النَّاس بِهِ فِيهِ أَنَّهُ يُفْرَض عَلَيْهِمْ اِنْتَهَى

artinya: “Sesungguhnya Nabi ketika menekuni sesuatu dari amal kebaikan dan diikuti ummatnya, maka perkara tersebut telah diwajibkan atas ummatnya”.

Shalat Tarawih 23 Rakaat

Setelah sayyidina umar mengetahui umat Islam sholat tarawih dengan sendiri-sendirian, akhirnya mengumpulkan para sahabat untuk melaksanakan sholat tarawih didalam masjid dengan satu imam, sebagaimana keterangan dibawah ini:

     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: خَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِذَا النَّاسُ فِي رَمَضَانَ يُصَلُّونَ فِي نَاحِيَةِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ مَا هَؤُلَاءِ ؟ فَقِيلَ: هَؤُلَاءِ نَاسٌ لَيْسَ مَعَهُمْ قُرْآنٌ وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ يُصَلِّي وَهُمْ يُصَلُّونَ بِصَلَاتِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابُوا وَنِعْمَ مَا صَنَعُوا (رواه أبو داود)
     
Artinya: “Dari Abi Hurairah ra, beliau berkata: “Rosulullah saw keluar dibulan Ramadlan, beliau melihat banyak manusia yang melakukan sholat tarawih disudut masjid, 


beliau bertanya, “Siapa mereka?” kemudian dijawab: “Mereka adalah orang-orang yang tidak mempunyai al-Qur’an (tidak bisa menghafal atau tidak hafal al-Qur’an), dan sahabat ubay bin ka’ab sholat mengimami mereka, lalu Nabi berkata: “benar mereka itu, dan sebaik-baiknya perbuatan adalah yang mereka lakukan”. (HR: Abu Dawud).

     Kemudian Shohabat Umar berinisiatif mengumpulkan para sahabat sholat Tarawih dalam satu Masjid dengan satu imam. Sebagaimana keterangan:

     عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَبْدٍ الْقَارِيِّ أَنَّهُ قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ لَيْلَةً فِي رَمَضَانَ إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا النَّاسُ أَوْزَاعٌ مُتَفَرِّقُونَ يُصَلِّي الرَّجُلُ لِنَفْسِهِ وَيُصَلِّي الرَّجُلُ فَيُصَلِّي بِصَلَاتِهِ الرَّهْطُ فَقَالَ عُمَرُ إِنِّي أَرَى لَوْ جَمَعْتُ هَؤُلَاءِ عَلَى قَارِئٍ وَاحِدٍ لَكَانَ أَمْثَلَ ثُمَّ عَزَمَ فَجَمَعَهُمْ عَلَى أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ ثُمَّ خَرَجْتُ مَعَهُ لَيْلَةً أُخْرَى وَالنَّاسُ يُصَلُّونَ بِصَلاَةِ قَارِئِهِمْ قَالَ عُمَرُ نِعْمَ الْبِدْعَةُ هَذِهِ (رواه البخاري)
     
Artinya: “Dari ‘Abdirrohman bin ‘Abdil Qori’ beliau berkata; “Saya keluar bersama Sayyidina Umar bin Khothob ra ke-Masjid pada bulan Ramadlan.


 (Didapati dalam masjid tersebut) orang yang sholat tarawih berbeda-beda. Ada yang sholat sendiri-sendiri dan ada juga yang sholat berjama’ah”. Lalu sayyidina Umar berkata: “Saya punya pendapat andai kata mereka aku kumpulkan dalam jama’ah satu imam, niscaya itu lebih bagus”.

Lalu beliau mengumpulkan kepada mereka dengan seorang imam, yakni shohabat Ubay bin Ka’ab.

Kemudian satu malam berikutnya, kami datang lagi kemasjid. Orang-orang sudah melaksanakan sholat tarawih dengan berjama’ah dibelakang satu imam. Umar berkata: “sebaik-baiknya bid’ah adalah ini (sholat tarawih dengan berjama’ah)”. (HR: Bukhoryi).

Dari sini sudah sangat jelas bahwa pertama kali orang yang mengumpulkan para shohabat untuk melaksanakan Tarawih dengan cara berjama’ah adalah shohabat umar ra, sedangkan jama’ah sholat tarawih pada waktu itu dilakukan dengan 20 roka’at. Sebagaimana keterangan:

      عَنْ يَزِيدَ بْنِ رُومَانَ , قَالَ: كَانَ النَّاسُ يَقُومُونَ فِي زَمَنِ عُمَرَرضي الله عنه فِي رَمَضَانَ بِثَلاَثٍ وَعِشْرِينَ رَكْعَةً (رواه مالك)

   Artinya: “Dari Yazid bin Ruman telah berkata: “Manusia senantiasa melaksanakan sholat (tarawih) pada masa Umar ra dibulan Ramadlan sebanyak 23 rakaat“. (HR. Malik)

dalil diatas sangat jelas sekali nyata-nyata menjelaskan jumlah bilangan sholat tarawih 20 rakaat, dalil tersebut juga dikuatkan dengan perilaku para shahabat yang telah mengikutinya bahkan sayyidah ‘Aisyahpun juga mengikuti, hal ini telah menunjukkan menjadi ijma’ shahabat karena tiada satu orangpun yang mengingkari atau menentang, begitu juga para ulama’ empat madzhab atau madzhab lainnya. 


Jadi sholat tarawih 20 roka’at ini sangat jelas dan harus kita ikuti karena ini adalah sunnah khulafa’ Ar-rosyidin  yang harus kita ikuti, dan sayyidina umar adalah juga salah satu shohabat yang telah diakui kebenarannya oleh Nabi. 

Sebagaimana sabda Nabi:

     عَنْ ابْنِ عُمَرَ: أَنَّ رَسُولَ اللهِ e قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْحَقَّ عَلَى لِسَانِ عُمَرَ وَقَلْبِهِ (رواه الترمذي)
     
Artinya: “Sesungguhnya Allah telah menjadikan kebenaran melalui lisan dan hati umar”. (Hr. Turmudzi).

Dan Hadist Nabi SAW:

     وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ مِنْ بَعْدِي عُضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ (أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ وَالتِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ الْحَاكِمُ وَقَالَ عَلَى شَرْطِ الشَّيْخَيْنِ)

    Artinya: “Dan sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “maka ikutilah sunnahku dan sunnah khulafah ar-rosyidin yang mendapatkan pentunjuk setelah aku meninggal, maka berpegang teguhlah padanya dengan erat”.

Dan Hadist Nabi SAW:

     عَنْ حُذَيْفَةُ هُوَ الَّذِي يَرْوِي عَنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِقْتَدُوا بِاَللَّذَيْنِ مِنْ بَعْدِي أَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ ( أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَقَالَ حَسَنٌ)
    
 Artinya: “Dari Hudzaifah ra ia berkata, Rasulullah SAW telah bersabda; “ikutilah dua orang setelahku, yakni abu bakar dan ‘Umar”. (HR. Turmudzyi).



Berikut adalah  tuntunan tata cara bacaan bilal doa shalat tarawih dan witir lengkap dengan bacaan shalawat tarawih dan witir 23 rakaat

Doa niat shalat Tarawih :

USHALLI  SUNNATAN  TARAWIIHI  RAK’ATAINI  (IMAAMAN/MA’MUUMAN) LILLAAHI  TA’AALAA”.


Doa awal yang dibaca bilal dan ma’mum ketika akan mengerjakan shalat Tarawih,

“SUBHAANAL  MALIKIL  MA’BUUDI,  SUBHAANAL  MALIKIL  MAUJUUDI,  SUBHAANAL  MALIKIL  HAYYIL  LADZII  LAA  YANAAMU  WALAA  YAMUUTU  WALAA  YAFUUTU  ABADAN  SUBBUUHUN  QUDDUUSUN  RABBUNAA  WARABBUL  MALAAIKATI  WARRUUHI  SUBHAANALLAAHI  WAL  HAMDU  LILLAAHI  WALAA  ILAAHA  ILLALLAAHU WALLAAHU  AKBARU  WALAA  HAULA  WALAA  QUWWATA ILLAA  BILLAAHIL  ‘ALIYYIL  ‘ADHIIMI”.


Kemudian bilal membaca shalawat :

“ALLAAHUMMA  SHALLI  ‘ALAA  SAYYIDINAA  MUHAMMAD”.

Dijawab  para jama’ah :

“ALLAAHUMMA SHALLI WASALLIM  ‘ALAIH”.


Setelah itu bilal membaca shalawat lagi :

“ALLAAHUMMA  SHALLI  ‘ALAA  SAYYIDINAA  WAMAULAANA  MUHAMMADIN”.


Dijawab para jama’ah :

“ALLAAHUMMA  SHALLI  WASALLIM  ‘ALAIH”.

Kemudian bilal membaca shalawat lagi :

“ALLAHUMMA  SHALLI  ‘ALAA  SAYYIDINAA  WANABIYYINAA  WAHABIIBINA  WASYAFII’INAA  WADZUHRINAA  WAMAULAANAA  MUHAMMADIN”.

Dijawab para jama’ah :

“ALLAAHUMMA  SHALLI  WASALLIM  ‘ALAIH”.

Lalu bilal mengucapkan :

“ASHSHALAATU SUNNATAN  TARAAWIIHI  JAMIATU RAHIMA  KUMULLAAHU”.

Kemudian imam serta para jama’ah berdiri untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang pertama.

Sesudah salam pada dua rakaat yang pertama, bilal bersama jama’ah mengucapkan :

“FADL-LAM  MINALLAAHI  WANI’MATAN  WAMAGHFIRATAN  WARAHMATAN  LAA  ILAAHA  ILAAHA  ILLALLAHU  WAHDAHU LAA SYARIIKA  LAHU, LAHUL  MULKU  WALAHUL  HAMDU  YUHYII  WAYUMIITU  WAHUWA ‘ALAA  KULLI  SYAI-IN  QADIIR”.


Setelah itu bilal membaca shalawat seperti tersebut diatas, dan para jama’ah menjawabnya dengan “ALLAHUMMA  SHALLI  WASALLIM ‘ALAIH”.

 Lalu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang kedua. Selesai salam pada rakaat yang keempat, bilal bersama-sama para jama’ah membaca :

“SUBHAANAL  MALIKIL  MA’BUUDI,  SUBHAANAL  MALIKIL  MAUJUUDI,  SUBHAANAL  MALIKIL  HAYYIL  LADZII  LAA  YANAAMU  WALAA  YAMUUTU  WALAA  YAFUUTU  ABADAN  SUBBUUHUN  QUDDUUSUN  RABBUNAA  WARABBUL  MALAAIKATI  WARRUUHI  SUBHAANALLAAHI  WAL  HAMDU  LILLAAHI  WALAA  ILAAHA  ILLALLAAHU WALLAAHU  AKBARU  WALAA  HAULA  WALAA  QUWWATA ILLAA  BILLAAHIL  ‘ALIYYIL  ‘ADHIIMI”.

Sehabis itu bilal membaca shalawat seperti tersebut diatas dan para jama’ah menjawab dengan

“ALLAHUMMA  SHALLI  WASALLIM ‘ALAIH”.

Lalu bilal mengucapkan :

“ALBADRUL  MUNIIRU  SAYYIDUNAA  MUHAMMADUN  SHALLUU ‘ALAIHI”.


Setelah itu imam serta para jama’ah berdiri lagi untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat, sebagai shalat Tarawih dua rakaat yang ketiga.

 Selesai salam pada rakaat yang keenam maka bilal beserta para jama’ah mengucapkan

“FADL-LAM  MINALLAAHI  WANI’MATAN  WAMAGHFIRATAN  WARAHMATAN  LAA  ILAAHA  ILAAHA  ILLALLAHU  WAHDAHU LAA SYARIIKA  LAHU, LAHUL  MULKU  WALAHUL  HAMDU  YUHYII  WAYUMIITU  WAHUWA ‘ALAA  KULLI  SYAI-IN  QADIIR”.

Lalu para jama’ah menjawab “ALLAAHUMMA SHALLI  WASALLIM ‘ALAIH”.
Lantas Imam beserta para jama’ah berdiri untuk melakukan shalat Tarawih dua rakaat yang keempat. Selesai salam pada rakaat kedelapan kemudian bilal dan para jama’ah membaca “SUBHAANAL  MALIKIL  MA’BUUDI……. Sampai selesai.

Lalu para jama’ah menjawab dengan ucapan : “ALLAAHUMMA  SHALLI  WASALLIM ‘ALAIH”. Sehabis itu bilal megucapkan :

“ALKHALIIFATUL  UULA  AMIIRUL  MU’MINIINA  SAYYIDUNAA  ABUU  BAKAR  SHIDDIIQ”.


Kemudian para jama’ah menjawab :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selanjutnya selesai salampada rakaat yang kesepuluh, maka bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keenam.

Selanjutnya selesai salam pada rakaat yang kedua belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keempat.

Kemudian bilal membaca :

“ALKHALIIFATUTS  TSAANIYYATU  AMIIRULMU’MINIINA  SAYYIDUNAA ‘UMARUBNUL  KHATHTHAB”.

Artinya :

“Khalifah yang kedua Amiirul Mu’miniin penghulu kami ‘Umar bin Khathab”.

Dan dijawab para jama’ah “

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selanjutnya selesai salam pada rakaat yang keempat belas, bilal beserta para jama’ah membaca seprti yang dibaca selesai salam pada rakaat keenam.

Selesai salam yang keenam belas, bilal beserta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai dalam pada rakaat yang keempat.

Kemudian bilal membaca :

ALKHALIIFATUTS  TSAALITSATU  AMIIRUL  MU’MINIINA  SAYYIDUNAA ‘UTSMAANABNU ‘AFFAAN”.

Artinya :

“Khalifah yang ketiga amiirul mu’miniin penghulu kami Usman bin Affan”.

Dan para jama’ah menjawab :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

Selesai salam pada rakaat yang kedelapan belas, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keenam.

Dan selesai salam yang kedua puluh, bilal serta para jama’ah membaca seperti yang dibaca selesai salam pada rakaat yang keempat.

Kemudian bilal mengucapkan :

“ALKHALIIFATUR  RAABI’ATU  AMIIRUL  MU’MINIINA  SAYYIDUNAA ‘ALIYYIBNI  ABII  THAALIB”.

Artinya :

“Khalifah yang keempat amiirul m,u’miniin penghulu kami ‘Ali Ibnu Abi Thalib”.

Dijawab para jama’ah :

“RADLIYALLAAHU ‘ANHU”.

kalau salat sendiri, keknya ga usah dibacain deh yang diatas itu, tapi terserah sih….

Do’a sesudah shalat Tarawih.

“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARIALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN KARIIM TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ ANNAA WAWAALIDAINAA WA’AN JAMII’IL USLIMIINA WALMUSLIMAATI BIRAHMATIKA YAA AR-HAMAR RAAHIMIIN”.


Kemudian membaca do’a kamilin:

“ALLAAHUMMAJ’ALNAA BIL IIMAANI KAAMILIINA. WALIFARAA-IDLIKA MU-ADDIINA WA-ALASH SHALAWAATI MUHAAFIDHIINA. WALIZZAKAATI FAA’ILIINA WALIMAA ‘INDAKA THAALIBIINA. WALI-AFWIKA RAAJINA, WABIL HUDAA MUTAMASSIKIINA. WA-ANIL LAGHWI MU’RIDLIINA WAFID DUNYAA ZAAHIDIINA, WAFIL AAKHIRATI RAAGHIBIINA, WABIL QADLAA-I RAADLIINA, WABIN NA’MAA-I SYAAKIRIINA. WA-ALAL BALAA-I SHAABIRIINA WATAHTA LIWAA-I SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHALLALLAAHU ‘ALAIHI WASAI LAMA YAUMAL QIYAAMATI SAAIRIINA WA’ALAL HAUDLI WAARIDIINA, WAFIL JANNATI DAKHILIINA. WA-ALAA SARIIRATIL KARAAMATI QAA’IDIINA. WABIKHUURIN ‘IININ MUTAZAWWIJIINA WAMIN SUNDUSIN WAISTABRAQIN WADIIBAAJIN MUTA-LABBISIINA WATHA’AAMIL JANNATI AAKILIINA. WAMIN LABANIN WA’ASALIN MUSHAFFIINA SYAARIBIINA BIAKWAABIN WA-ABAARIIQA WAKA’SIN MIM MA’IININ MA’AL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM MINAN NABIYYIINA WASH SHIDDIIQIINA WASY SYUHADAA-I WASH-SHAALIHIINA WAHASUNA ULAA-IKA RAFIIQAA, DZAALIKAL FADLLU MINALLAAHI WAKAFAA BILLAAHI ‘ALIIMA. WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.


Shalat Witir


Doa niat shalat Witir dua rakaat salam :

“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAINI LILLAAHI TA’AALAA”.

Lafadz niat shalat Witir yang terakhir satu rakaat :

“USHALLII SUNNATAL WITRI RAK’ATAN LILLAAHI TA’AALAA”.

Lafadz niat shalt Witir tiga rakaat :

“USHALLLII SUNNATAL WITRI TSALAATSA RAKA’AA-TIN LILLAAHI TA’AALAA”.

Doa sesudah shalat Witir.

“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA IIMAANAN DAA-IMAN, WANAS-ALUKA QALBAN KHAASYI’AN, WANAS-ALUKA ‘ILMAN NAAFI’AN, WANAS-ALUKA YAQIINAN SHAADIQAN, WANAS-ALUKA ‘AMALAN SHAALIHAN, WANAS-ALUKA DIINAN QAYYIMAN, WANAS-ALUKA KHAIRAN KATSIIRA, WANAS-ALUKAL ‘AFWA WAL’AAFIYATA, WANAS-ALUKA TAMAAMAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKASY SYUKRA ‘ALAL ‘AAFIYATI, WANAS-ALUKAL GHINAA-A ‘ANIN NAASI, ALLAAHUMMA RABBANAA TAQABBAL MINNAA SHALAATANAA WASHIYAAMANAA WAQIYAAMANAA WATAKHASYSYU ‘ANAA WATADLARRU ‘ANAA WATA ‘ABBUDANAA WATAMMIM TAQSHIIRANAA YAA ALLAHU YAA ALLAAHU YAA ALLAAHU YAA ARHAMAR RAAHIMIIN. WASHALLALLAAHU ‘ALAA KHAIRI KHALQIHII MUHAMMADIN WA’ALAA AALIHII WASHAHBIHII AJMA’IINA WALHAMDU LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN”.

Do’a yang biasa dibaca dalam shalat Tarawih “

“ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU’ANNII  3X

“ALLAAHUMMA INNAA NAS-ALUKA RIDLAAKA WALJANNATA WANA’UUDZU BIKA MIN SAKHATIKA WANNAARI  3X


Demikian tuntunan lengkap tata cara bacaan bilal doa shalat tarawih dan witir , semoga menjadi manfaat 

baca juga artikel




 
Top